tak kau pikirkan, tentulah tak kelihatan bila kau pikirkan tentulah aeb diri kau rasakan kehinaan akan kelakukan selma kurun waktu yang panjang bisa kau kenali. tak kenal maka tak sayang taksayang maka tak cinta tentulah bila seperti itu tak ada perubahan yang berarti bila rasa kau mulyakan, pikir yang jadi pilihan tentulah gerakan jadi kebutuhan.
perubahan tak segampang membalikan tangan, perubahan adalah satu ketegasan diri akan keyakinan hati perlu perhelaan yang teruji. jangan kau pikir bisa berubah bila kita masih menginginkan pangagungan penyanjungan, penghormatan dari luar diri (org lain). hakekat perubahan senyatanya adalah penanaman keyakinan ketegasan pilihan dari masa waktu yang lampau, seumur hidupmu berjalan tentulah citra adi luhung yang kau tanam, tentang diri.. tentang hati.. kemulyaan hakekat tuhan. dari sanalan kita memulai, meng awali, mengakrabi diri, menggauli hati dari apa apa yang kau rasakan yang membelunggu, yang membebani, selama waktu berjalan mengarungi bahtera kehidupanmu.
jangan ada kata berubah perubahan yang lebih baik bila kita menghindari :
cemoohan cemoohan
fitnahan fitnahan
perlakuan perlakuan yang tidak menyenangkan.
karena bentuk bentuk seperti diatas itu senyatanya adalah suatu anugerah yang ada dalam hidup ini.
bila kita mengerti bila kita memahami jalan terang tentulah melintas di kegelapan dan kita tahujalan gelp terang di kenyataan. cuman sayang banyak orang tak berkelanjutan memahami mengartikan indahnya kehidupan .
sebenarnya manusia mengalami fluktuasi perubahan , berganti ganti peran tentulah ini yang jadi pemikiran yang jadi renungan dan menjadikan keseimbangan bilakah demikian tentulah tak ada kejelekan tuhan meng anugrahkan dalam 2 ketetapan adanya keharmonisan.
bilakah jompang dengna keadaan, hilang kehormatan tentulah sebgai mahluk yang di muliakan tuhan hilang di keberadaan.
janganlah berharap perbuahan bila hidup tak bisa mengendalikan dari rasa rasa yang tak sesuai dengan fakta di kenyataan hidup menghilangkan kewibawaan, kehormatan, sebagai mahluk tuhan.. maka rasakan dan nyatakan kenyataan kenyataan tuhan walau pahit itu di rasakan, tak mungkin engkau kenali tanpa menerima fakta di kenyataan maka kenali diri kenali hati sebgai mahluk yang suci tentulah anygerah tuhan nampak di hamparan nyata dalam kehidupan.
kendalikan diri walau terasa berat di hati berkecambuk hati berkecambuk diri tentulah rasa yang teruji dari bentuk keinginan dari bentuk ketetapan hati menuju anugerah suci berkecambuk hati, berkecambuk diri tak lepas dari laku yang pasti, melingkupi di keseharian, semasa waktumu berjalan itu semua terus akan membayangi selama hidupmu, selma kurun waktu kau berjuang melepaskan tali ikatan-iktan yang memperdaimu selama ini.
maka ingatlah perjanjianmu teguhkan keinginanmu yang selma ini membebani hidupmu, masa waktu berjalan yang selam ini jadi maligai tujuan hidupmu bila tidak kau gauli tentulah takan jadi kebahagiaanmu, inilah yang jadi perhelaan dan renungan dalam kurun waktu yang berkelanjutan
Senin, 27 Juni 2011
kepura-puraan menghantui kehidupan
oleh Purwakanaka Purwabala pada 27 Juni 2011 jam 18:08
kepuran-puraan tak adalah ketentraman kepura puran membuat jauh dengan tujuan kepura puraan ada yang salah dalam pola pandang, bilakah disana kau tempatkan dalm hidup sungguh tak ada kehormatan.
pengekangan perhelaan tentulah menuju kepastian kewibawaan kehormatan tentulah melucuti keegoan, yang kayak berpenampilan, yang kakyak berpandangan di kedalaman sungguh tak ada keindahan kepura puraan sungguh suatu penghianatan akar dari kehancuran.
dalam penampakan sungguh tak mau melepaskan dalam penampilan sungguh keegoan baju kebesaran pengagung mahkota kebendaan.
bilakah demikian tetaplah pengagungan kau jadikan tuhan penyanjungan kau jadikan baju kebesaran sungguh yang demikian sudah keluar dari hakekat keberadaan mahluk manusia di muliakan.
amanh tuhan tentulah harus di selaraskan dari berbagai keberadaan dari realiatas di kenyataan dalam hidup di kesehariaan namun demikian kebanyakan akan hamba tuhan tak meng inginkan kesederhanaan tak si jadikan tauladan menerima kenyataan tak di jadikan panutan hidup bersahaja tak kau jadikan pegangan ini lah pangkal awal yang tak membuat hidup tak ada kenikmatan.
prbhan baru cakrawala dalam gambaran, realitas kenyataan sungguh tak asing di perlihatkan tentulah hidupseperti itu tak ada kemajuan.
perjalanan menapaki relung relung hati trnodai tentulah tak ada hormat diri , rasa empati memenuhi janji kesunciaan diri disanalah berjalan berjuang menepati kesucian ilahi.
berketeguhan hati berkyakinan diri sebagai resi suci tentulah titah adalah perintah, awal mengawali berjaln mengembara di alam pamayaan.
perhelaan dalam mngarungi bahtra khdpan, dsana ada percptan tntulah hrus ada kekuatuan, perthan yang kokh sebagai modal awal melaju kedpan yang lebih jauh lagi.. pengekangn akan keinginan melaju tanpa aturan mnahan arus gelmbang berbagai tawaran di kumandangkan, disanalah kenyataan di nampakan menuju suatu keagungan janglah berhenti di tengah jalan dalam memasuki pergolakan yang ntah kapan berhenti di pertepian.. yakinkan akan diri percayalah akan hati kenyataan itu adalah suatu kapstian mnju kpastianmu yang adiluhung.
dalam pergolakan kecam bathin tak ada henti bergejolak di setiap hari disnalah tuhan memarkan keagungannya, kemegahan yang tanpa batasan kepastian dengn kejelasan dalam tampak nyata samar dengn kicauan panorama alam yang kaya menyakitkan itu sungguh suatu keagungan dalam hakekat keberdaan tuhan d kenyataan.
hanya dengan kemuliaanlah itu semua dapat teratasi rasa kau agungkan pilihan kau jejakan pergerakan jadi keutamaan dsnlah kau pamerkan kmulian tentang tuhan
kepuran-puraan tak adalah ketentraman kepura puran membuat jauh dengan tujuan kepura puraan ada yang salah dalam pola pandang, bilakah disana kau tempatkan dalm hidup sungguh tak ada kehormatan.
pengekangan perhelaan tentulah menuju kepastian kewibawaan kehormatan tentulah melucuti keegoan, yang kayak berpenampilan, yang kakyak berpandangan di kedalaman sungguh tak ada keindahan kepura puraan sungguh suatu penghianatan akar dari kehancuran.
dalam penampakan sungguh tak mau melepaskan dalam penampilan sungguh keegoan baju kebesaran pengagung mahkota kebendaan.
bilakah demikian tetaplah pengagungan kau jadikan tuhan penyanjungan kau jadikan baju kebesaran sungguh yang demikian sudah keluar dari hakekat keberadaan mahluk manusia di muliakan.
amanh tuhan tentulah harus di selaraskan dari berbagai keberadaan dari realiatas di kenyataan dalam hidup di kesehariaan namun demikian kebanyakan akan hamba tuhan tak meng inginkan kesederhanaan tak si jadikan tauladan menerima kenyataan tak di jadikan panutan hidup bersahaja tak kau jadikan pegangan ini lah pangkal awal yang tak membuat hidup tak ada kenikmatan.
prbhan baru cakrawala dalam gambaran, realitas kenyataan sungguh tak asing di perlihatkan tentulah hidupseperti itu tak ada kemajuan.
perjalanan menapaki relung relung hati trnodai tentulah tak ada hormat diri , rasa empati memenuhi janji kesunciaan diri disanalah berjalan berjuang menepati kesucian ilahi.
berketeguhan hati berkyakinan diri sebagai resi suci tentulah titah adalah perintah, awal mengawali berjaln mengembara di alam pamayaan.
perhelaan dalam mngarungi bahtra khdpan, dsana ada percptan tntulah hrus ada kekuatuan, perthan yang kokh sebagai modal awal melaju kedpan yang lebih jauh lagi.. pengekangn akan keinginan melaju tanpa aturan mnahan arus gelmbang berbagai tawaran di kumandangkan, disanalah kenyataan di nampakan menuju suatu keagungan janglah berhenti di tengah jalan dalam memasuki pergolakan yang ntah kapan berhenti di pertepian.. yakinkan akan diri percayalah akan hati kenyataan itu adalah suatu kapstian mnju kpastianmu yang adiluhung.
dalam pergolakan kecam bathin tak ada henti bergejolak di setiap hari disnalah tuhan memarkan keagungannya, kemegahan yang tanpa batasan kepastian dengn kejelasan dalam tampak nyata samar dengn kicauan panorama alam yang kaya menyakitkan itu sungguh suatu keagungan dalam hakekat keberdaan tuhan d kenyataan.
hanya dengan kemuliaanlah itu semua dapat teratasi rasa kau agungkan pilihan kau jejakan pergerakan jadi keutamaan dsnlah kau pamerkan kmulian tentang tuhan
Jumat, 24 Juni 2011
Kebangkitan Petuah suci... Pancasila terlahir ke bumi Alam
Mau kemanakah kita berjalan bila kita melupkan awal dari keberadaan kita sendiri.. tak adalah kita tanpa ada yang mengawali keberdaan kita, tentulah dari kasih leluhur lehur kita saat ini kita berada. terlahir dari kasih sayang dari buain kecintaannya kepada generasi selanjutnya, tentulah kita di hari ini.
kenpa kita lupakan kasih sayang, kenapa kita hilangkan keberdaan, tuah tuah agung bangsa ini.. sebagai pewaris yang syah tentunya kita harus menjaganya, merawat untuk kehidupan yang terbaik di masanya, tuah jadi pepatah, pepatah jadi bertuah dalam kehidupan yang sekarang, bilakah kita lupa tentulah masa akan menghakiminya terlahir kemasanya dimana kita berada dalam penjajahan kolonial 350 tahun lamanya, dari ulah yang tak ada pertangungjawaban tak mengenal kebangsaan terlahirnya kemerdekaan.
lihatlah masa hari ini sudah terjadi banyak kebokborkan, ulah penghinaan ulah ketidakadaan pertanggungjawaban, budaya koropsi melingkupi bumi alam. Pancasila tak jadi dasar berpkir, ilmu serba luar jadi pengagungan leluhur agung dilupakan. apa yang terjadi perdaban memunculkan kehancuran hazar moral bangsa penuh dengan alibi alibi kebusukan
yang peting berbicara walau tak ada karya tak ada pakta, selalu dicoba nyata sekarang bisa kita rasakan semua tak jadi kebaikan, cuma wacana kaya keilmuan cuma wacana kaya ganti tampilan, tapi nyata tampilan kebusukan kebrok brokan merajai kehidupan nyata, tapi nyata sekarang memimpikan betapa lima dasar rame diperoyeksikan, jadi alat kekuatan pemersatu kehidupan, Idiologi bangsa idiliogi Negara, pemersatu kehidupan jadi impian untuk dikembalikan ke porsi semula Ia berada,..
kenpa kita lupakan kasih sayang, kenapa kita hilangkan keberdaan, tuah tuah agung bangsa ini.. sebagai pewaris yang syah tentunya kita harus menjaganya, merawat untuk kehidupan yang terbaik di masanya, tuah jadi pepatah, pepatah jadi bertuah dalam kehidupan yang sekarang, bilakah kita lupa tentulah masa akan menghakiminya terlahir kemasanya dimana kita berada dalam penjajahan kolonial 350 tahun lamanya, dari ulah yang tak ada pertangungjawaban tak mengenal kebangsaan terlahirnya kemerdekaan.
lihatlah masa hari ini sudah terjadi banyak kebokborkan, ulah penghinaan ulah ketidakadaan pertanggungjawaban, budaya koropsi melingkupi bumi alam. Pancasila tak jadi dasar berpkir, ilmu serba luar jadi pengagungan leluhur agung dilupakan. apa yang terjadi perdaban memunculkan kehancuran hazar moral bangsa penuh dengan alibi alibi kebusukan
yang peting berbicara walau tak ada karya tak ada pakta, selalu dicoba nyata sekarang bisa kita rasakan semua tak jadi kebaikan, cuma wacana kaya keilmuan cuma wacana kaya ganti tampilan, tapi nyata tampilan kebusukan kebrok brokan merajai kehidupan nyata, tapi nyata sekarang memimpikan betapa lima dasar rame diperoyeksikan, jadi alat kekuatan pemersatu kehidupan, Idiologi bangsa idiliogi Negara, pemersatu kehidupan jadi impian untuk dikembalikan ke porsi semula Ia berada,..
Senin, 20 Juni 2011
misunderstood the pattern of view, makes life backward
Understanding of life was on the carpet
Understand the reality of running odyssey
The existence of truly melancholy in the presence of
The fact is God who shall we present
Certainly not as easy understanding of reverse hand
It's decorated in the presence of errors
In reality we mean really hard
In real life existence in nature
Understanding the patterns of view of the interpretation
Make life uncomfortable in the presence, sick when I listen to
Exposure to suffering, To end like this,
day day I was feeling, pain around the real life
waking moment momentarily liberated
two current view, .. Just love the view out of memory
think opposite of the advice that God mandated ...
peculiarity coloring mencedrai life
bias currents of life intrinsic staining
that is where desecration betrayed the meaning of life
dominate the life of evil, God can not be a barometer
inspired the existence of god so true tadir provisions
Understand the reality of running odyssey
The existence of truly melancholy in the presence of
The fact is God who shall we present
Certainly not as easy understanding of reverse hand
It's decorated in the presence of errors
In reality we mean really hard
In real life existence in nature
Understanding the patterns of view of the interpretation
Make life uncomfortable in the presence, sick when I listen to
Exposure to suffering, To end like this,
day day I was feeling, pain around the real life
waking moment momentarily liberated
two current view, .. Just love the view out of memory
think opposite of the advice that God mandated ...
peculiarity coloring mencedrai life
bias currents of life intrinsic staining
that is where desecration betrayed the meaning of life
dominate the life of evil, God can not be a barometer
inspired the existence of god so true tadir provisions
Minggu, 19 Juni 2011
Pancaran keagungan
sarat surup terpecah belah, ruang hampa menimpa kita
sebagai manusia tentulah kita banyak dosa
hamba yang mulya senantiasa berdoa, memulyakan karya yang nyata
anugrah keesaan anugrah keibuan, aisan kasih sayang
dalam mihrab yang kudus, keagungan senantisa kita syukuri
kehadirat yang Agung, perlambang kesucian pertanda kemenagan,
kehadirat gusti perlambang keagungan perlambang penantian.
di akhir kehidupan sungguh kemegahan alam yang tak akan tertandingkan
disanlah manusia berhenti berpanorama, bercakrawala, kemegahan keagungan
menampilkan sejuta kenangan, cukup tak,jub dengan kenyataan yang ada
kenapa bimbang dengan kenyatan, kenapa juga bimbang dengan keadaan
bilakah kita percaya tuhan. yang mernguasai jagat raya
sebagai manusia tentulah kita banyak dosa
hamba yang mulya senantiasa berdoa, memulyakan karya yang nyata
anugrah keesaan anugrah keibuan, aisan kasih sayang
dalam mihrab yang kudus, keagungan senantisa kita syukuri
kehadirat yang Agung, perlambang kesucian pertanda kemenagan,
kehadirat gusti perlambang keagungan perlambang penantian.
di akhir kehidupan sungguh kemegahan alam yang tak akan tertandingkan
disanlah manusia berhenti berpanorama, bercakrawala, kemegahan keagungan
menampilkan sejuta kenangan, cukup tak,jub dengan kenyataan yang ada
kenapa bimbang dengan kenyatan, kenapa juga bimbang dengan keadaan
bilakah kita percaya tuhan. yang mernguasai jagat raya
Terlentang di bum alam berjalan banyak bisikan
sayarat mudah untuk menang,...
bertarung dengan hati rasa yang terkendali semua kehendak Ilahi
jangan bimbang dengan kenyataan jangan bimbang dengan keadaan
bilakah kita pengagung kebenaran Tuhan keesaan mandat suci jadi acuan
disanalah terpukai disanalah teruji kesejatian diri kehendak ilahi
bilakah kita bimbang dengan keadaan, bilakh kita risau dengan kenyataan
hilanglah penguasaan tentang keesaan tuhan sebagai penguasa alam
jangan lari dari kenyataan jangan lari dari keadaan
itu semua kehendak tuhan. bilakah kita mengerti sungguh
kesucian memberkahi keadaan, suasana bathin yang menentramkan
sungguh keajaiban terbilang barang yang langka,
tak dnyana keberdaan kitapun sulit kita pahami,
mengertikan tumbuh kembang kehidupan.
tapi nyata kejaiban tuhan berlindung di baik kemegahan duniawi
seseorang berseloroh, Tuhan lindungi hamba yang tak berdaya
tapi nyata yang berdaya yang punya kuasa...
siapakah kita tak menyela tapi ada tak kuasa tapi berdaya
tak berdaya punya kuasa,... dimanakah wahai tuhan yang punya rencana
menggapai impian jadi wujud yang nyata.
sebilah pedang telah kau hunuskan sebilah keris telah ku tusukan
tapi nyata tuhan semesta alam berlindung dalam jeruji kesakitan
dalam jeruji kenestapaan,.. ada apakah dengan tuhan semesta alam.
berlindung di balik tirai, berjubah kemegahan, tak memamerkan
alam memenjarakan kehidupan.
kesesatan merajai bumi alam, kemegahan terpenjara derita kesakitan
dimankah wahai tuhan, kemegahan tak terbukti keampuhan dalam bathin
tak ku jumpai kebahagian kesejatian diri
bertarung dengan hati rasa yang terkendali semua kehendak Ilahi
jangan bimbang dengan kenyataan jangan bimbang dengan keadaan
bilakah kita pengagung kebenaran Tuhan keesaan mandat suci jadi acuan
disanalah terpukai disanalah teruji kesejatian diri kehendak ilahi
bilakah kita bimbang dengan keadaan, bilakh kita risau dengan kenyataan
hilanglah penguasaan tentang keesaan tuhan sebagai penguasa alam
jangan lari dari kenyataan jangan lari dari keadaan
itu semua kehendak tuhan. bilakah kita mengerti sungguh
kesucian memberkahi keadaan, suasana bathin yang menentramkan
sungguh keajaiban terbilang barang yang langka,
tak dnyana keberdaan kitapun sulit kita pahami,
mengertikan tumbuh kembang kehidupan.
tapi nyata kejaiban tuhan berlindung di baik kemegahan duniawi
seseorang berseloroh, Tuhan lindungi hamba yang tak berdaya
tapi nyata yang berdaya yang punya kuasa...
siapakah kita tak menyela tapi ada tak kuasa tapi berdaya
tak berdaya punya kuasa,... dimanakah wahai tuhan yang punya rencana
menggapai impian jadi wujud yang nyata.
sebilah pedang telah kau hunuskan sebilah keris telah ku tusukan
tapi nyata tuhan semesta alam berlindung dalam jeruji kesakitan
dalam jeruji kenestapaan,.. ada apakah dengan tuhan semesta alam.
berlindung di balik tirai, berjubah kemegahan, tak memamerkan
alam memenjarakan kehidupan.
kesesatan merajai bumi alam, kemegahan terpenjara derita kesakitan
dimankah wahai tuhan, kemegahan tak terbukti keampuhan dalam bathin
tak ku jumpai kebahagian kesejatian diri
Berbincang bincang dengan hati kalam ilahi
berdskusi dengn hati berdedikasi dengan diri, itu adalah anugrah ilahi
bersebrangan dengan terang, melaju dengan kecepatan hujatan bergantian
keberkahan anugrah yang tak terbantahkan, berdampingan dengan tuhan,
bentuk berkah untuk alam.
bersinggungan dengan Nurani, bertentangan dengan hati hidup sungguh tak teruji
kala datang asap kau terjebak, kala datang sinar melaju sangat kencang
itu adalah samar pemikran, kebendaan memahkotai kehidupan
konsep diri konsep Ilahi yang membuat anda teruji,
berkah iIahi, berkah teruji kala satria memuja janji
sungguh anugrah Ilahi memahkotai disepanjang kehidupan
jangan pernah berhenti memuja diri, konsep ilahi memberkahi
dalam dirilah semua pasti ditepati, asal jangan kau nodai
nurani kesucian Ilahi, dari sanlah awal mula kebahagian sejati
membuka diri, memulai memahkotai alam mengampuni
bersebrangan dengan terang, melaju dengan kecepatan hujatan bergantian
keberkahan anugrah yang tak terbantahkan, berdampingan dengan tuhan,
bentuk berkah untuk alam.
bersinggungan dengan Nurani, bertentangan dengan hati hidup sungguh tak teruji
kala datang asap kau terjebak, kala datang sinar melaju sangat kencang
itu adalah samar pemikran, kebendaan memahkotai kehidupan
konsep diri konsep Ilahi yang membuat anda teruji,
berkah iIahi, berkah teruji kala satria memuja janji
sungguh anugrah Ilahi memahkotai disepanjang kehidupan
jangan pernah berhenti memuja diri, konsep ilahi memberkahi
dalam dirilah semua pasti ditepati, asal jangan kau nodai
nurani kesucian Ilahi, dari sanlah awal mula kebahagian sejati
membuka diri, memulai memahkotai alam mengampuni
Langganan:
Postingan (Atom)